“Kerugian terbesar dalam bisnis logistik bukan karena barang rusak, tapi karena kesalahan membaca kontrak pengiriman.”— Adaptasi dari prinsip perdagangan internasional Tahun lalu, seorang pengusaha furniture di Jepara menelepon saya dalam keadaan panik. Kontainer pertamanya dari China sudah sampai di Tanjung Priok. Tapi dia tidak bisa mengambil barangnya. Bea cukai menahan dokumen. Penyimpanan di pelabuhan sudah […]
Tag Archives: pemasok-jarak-jauh
“Barang tidak bergerak dengan sendirinya. Ada biaya di setiap meter perjalanannya.”— 佚名 (Anonymous logistics veteran) Sore itu, seorang pengusaha garmen menelepon saya. Suaranya setengah panik. Container barangnya sudah dua minggu terparkir di Pelabuhan Tanjung Priok. Pabriknya di Karawang butuh bahan baku besok. Karyawan 500 orang menganggur kalau tidak ada material. “Pak Dhiraj, saya bingung. Forwarder […]
Klien saya — CEO sebuah pabrik komponen elektronik di Tangerang — pernah marah besar. Barangnya tertahan tiga minggu di bea cukai. Kontainer dari Shenzhen sudah sandar di Tanjung Priok. Tapi dokumen HS Code-nya salah. Asuransi kargo tidak cover. Dan forwarder yang mereka pakai selama dua tahun terakhir? Mengangkat bahu. “Itu urusan Anda, Pak. Kami hanya […]
Tiga tahun lalu, saya menerima satu pertanyaan dari seorang manajer produksi perusahaan komponen elektronik di Cikarang. Dia baru saja kehilangan Rp 2,3 miliar. Bukan karena kecelakaan. Bukan karena bencana alam. Tapi karena dia memilih vendor mold and dies berdasarkan satu kriteria tunggal: harga paling murah di antara lima penawaran yang masuk. Mold-nya jadi. Tapi cavity-nya […]
Ada fase dalam bisnis ketika laba tampak masih aman di laporan, tetapi energi operasional terasa makin berat dari minggu ke minggu. Biasanya, masalahnya bukan pada satu biaya besar yang langsung terlihat, melainkan kebocoran kecil yang dibiarkan menumpuk: waktu tunggu, salah rute, muatan tidak penuh, koordinasi yang lambat, sampai keputusan pelabuhan yang tampak wajar tetapi sebenarnya […]






