Saya melihat gelombang baru proyek waste-to-energy (WtE) mulai masuk ke tahap yang lebih serius: bukan lagi sekadar wacana konferensi, melainkan pembicaraan kapasitas, lokasi, pendanaan, dan jadwal go-live. Sinyal itu makin jelas setelah saya membaca kabar dalam laporan Reuters tentang rencana Danantara meluncurkan proyek waste-to-power, yang menggarisbawahi skala, prioritas kota, serta skema dukungan yang diharapkan menurunkan […]
Tag Archives: kepatuhan-perizinan
Saya pernah hampir kehilangan kontrak karena salah tafsir klasifikasi barang. Bukan karena niat lalai, tapi karena asumsi yang terlalu percaya diri. Setelah mencerna pedoman resmi pada laman FAQ Bea Cukai tentang ketentuan kepabeanan, cukai, dan pajak atas kiriman ekspor, saya merapikan cara kerja supaya tidak mengulang kesalahan yang sama. Catatan ini saya bagi agar pelaku […]
Saya sering dihubungi rekan pebisnis yang tergoda harga “miring” untuk aset warisan. Godaan itu masuk akal, tetapi tanpa uji tuntas, potensi nilai bisa berubah menjadi sengketa panjang. Beberapa poin kunci saya rangkum setelah membaca ulasan regulasi dan praktik lapangan dalam situs berita LegalIndonesia mengenai praktik due diligence di Indonesia—lalu saya sederhanakan menjadi langkah yang bisa […]
Reputasi tidak rusak karena satu komentar; ia retak oleh pola yang dibiarkan. Saya banyak merenungkan itu ketika membaca pembaruan soal pencemaran nama baik dalam artikel Hukumonline yang mengulas perubahan penting di UU ITE 2024. Tulisan ini adalah catatan kerja—bukan teori—tentang bagaimana saya menyusun pagar hukum, playbook komunikasi, dan alat digital untuk menghadapi rumor, trolling, serta […]
Beberapa tahun terakhir, saya makin percaya bahwa proyek yang “rapi” bukan hanya soal RAB yang tertib, tetapi juga kebiasaan yang dibakukan. Diskusi dengan tim di lapangan sering membawa saya pada pertanyaan sederhana: standar apa yang seharusnya kita taati agar kinerja konsisten di setiap lokasi? Perspektif ini diperkaya oleh ulasan dalam situs berita CJournal yang menyoroti […]






