Tidak semua “biaya” di proyek adalah cost—sebagian adalah investasi yang mengurangi kejutan. Saya makin yakin soal itu setelah melihat bagaimana satu ketidakteraturan kecil (dokumen tidak sinkron, inspeksi yang lompat, HSE yang hanya formalitas) bisa berubah menjadi domino: rework, keterlambatan, klaim, sampai hubungan dengan owner jadi tegang. Ketika membaca kajian terbaru di artikel ScienceDirect tentang praktik […]
Tag Archives: kepatuhan-perizinan
Ada momen ketika isu sampah tiba-tiba berubah dari “urusan kota” menjadi agenda industri: pembiayaan, EPC, dan performa pabrik. Saya menangkap pergeseran itu saat membaca kabar dalam pemberitaan Jakarta Globe tentang rencana peluncuran proyek waste-to-energy di 34 kota. Kalau Anda bergerak di konstruksi industri, ini bukan sekadar headline—ini sinyal pipeline proyek yang akan memengaruhi cara kita […]
Ekspor itu sering terdengar glamor—seolah cukup punya produk bagus, lalu barang “jalan” ke luar negeri. Kenyataannya, banyak biaya muncul diam-diam ketika satu detail terlewat, terutama saat dokumen dan klasifikasi barang tidak presisi. Salah satu referensi yang saya pakai saat menyusun materi edukasi untuk klien adalah informasi resmi dalam FAQ Bea Cukai tentang impor barang kiriman, […]
Kontrak hari ini tidak lagi hidup hanya di folder “Legal”. Ia ikut menentukan cara tim memakai AI, menyimpan data, merespons insiden, sampai mengelola reputasi ketika potongan chat atau screenshot tiba-tiba viral. Perubahan lanskap regulasi juga membuat saya makin disiplin menutup celah sejak awal—terutama setelah membaca pembaruan isu pencemaran nama baik dalam artikel Hukumonline yang mengulas […]
Reputasi bisnis jarang runtuh karena satu kesalahan besar; lebih sering ia bocor pelan dari komentar, potongan screenshot, dan narasi yang “kelihatan meyakinkan” di linimasa. Pergerakan tafsir hukum juga ikut memengaruhi cara kita merespons, terutama ketika isu menyentuh pencemaran nama baik. Salah satu pembaruan yang saya amati datang dari rilis Mahkamah Konstitusi yang membahas penafsiran ulang […]






