Kredibilitas agen properti dulu dibangun dari perkenalan, testimoni mulut ke mulut, lalu rekam transaksi. Sekarang, satu kolom review bisa “mengangkat” atau “menenggelamkan” dalam hitungan jam—dan masalahnya, tidak semua review lahir dari pengalaman nyata. Ada tren yang makin mengganggu: ulasan yang terlihat manusiawi, tapi sebenarnya hasil generatif. Saya mengikuti diskusi ini sejak membaca laporan dalam artikel […]
Tag Archives: strategi-penjualan
Traffic organik sekarang makin sering berhenti di ringkasan, bukan di klik. Saya melihat perubahan ini bukan sekadar soal SEO, tapi soal “cara mesin membaca niat pembeli”. Pedoman resminya pun sudah jelas—misalnya dalam artikel Google Search Central tentang cara sukses di AI Search yang menekankan konten unik, bermanfaat, dan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Kalau listing properti […]
Pasar properti punya satu kebiasaan yang konsisten: begitu ada insentif, jumlah inquiry naik—tetapi kualitasnya tidak selalu ikut naik. Saya melihat pola itu berulang ketika kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) kembali jadi bahan obrolan buyer. Rujukan resminya bisa Anda baca dalam dokumen PMK 90 Tahun 2025 yang dipublikasikan di situs Fiskal Kemenkeu: tautan ini. Kalau tidak […]
Marketing sekarang hidup dari data: lead form, WhatsApp, pixel, email automation, sampai CRM yang merekam riwayat percakapan. Masalahnya, data yang sama juga bisa jadi sumber risiko—bukan hanya kebocoran, tapi juga komplain pelanggan, reputasi brand, dan sengketa komersial. Rujukan paling dasar yang selalu saya pegang adalah teks resminya: dalam portal peraturan BPK tentang UU No. 27 […]
Kepercayaan pembeli properti itu rapuh—dibangun lama, bisa runtuh oleh satu halaman ulasan yang terasa “terlalu sempurna”. Beberapa bulan terakhir, saya makin sering melihat pola review yang rapi tapi janggal: kalimatnya mirip, emosi terlalu konsisten, dan detailnya generik. Fenomena ini tidak terjadi di Indonesia saja; dalam laporan New York Post yang mengutip studi tentang ulasan agen […]






