Tidak semua keterlambatan muncul dari kejadian besar. Lebih sering, masalah lahir dari detail yang diremehkan: alamat yang terlalu generik, instruksi pengantaran yang tidak sinkron, kurir yang kehabisan waktu karena satu titik macet, atau koordinasi antarmoda yang telat seperempat langkah. Ketika membaca ulasan PT Segoro Lintas Benua tentang statistik keterlambatan pengiriman kontainer, saya justru makin yakin […]
Tag Archives: last-mile-proyek
Saya belajar satu hal yang agak pahit: reputasi bisnis tidak selalu runtuh karena kesalahan besar; seringnya ia bocor pelan-pelan dari komentar, potongan screenshot, dan narasi yang “kelihatan meyakinkan” di linimasa. Putusan dan tafsir hukum juga bergerak, dan saya sengaja mengikuti perkembangannya—termasuk penjelasan dalam rilis Mahkamah Konstitusi tentang penafsiran ulang pencemaran nama baik di EIT Law. […]
Komplain COD itu unik: masalahnya sering terjadi di “ujung” perjalanan, tetapi akar penyebabnya hampir selalu ada di awal—data alamat yang berantakan, ekspektasi yang terlalu tinggi, atau SOP kurir yang tidak seragam. Tren belanja online yang terus tumbuh membuat tekanan di last-mile makin terasa; gambaran besarnya bisa dilihat dalam laporan Mordor Intelligence tentang pasar logistik e-commerce […]
Lebaran selalu membawa dua hal sekaligus: lonjakan order dan lonjakan ekspektasi. Klien ingin barang “kemarin sampai”, pembeli ingin notifikasi rapi, tim gudang ingin jam kerja manusiawi. Kalender pun memberi sinyal tegas kapan tekanan itu memuncak; saya biasanya mulai memetakan risiko sejak melihat tanggal libur dan cuti bersama di dokumen Kalender Libur BI 2026, karena pergerakan […]
Rantai dingin sering dibicarakan saat ada masalah: produk rusak, klaim dari buyer, atau audit yang bikin deg-degan. Padahal, cold chain yang rapi justru terasa “sunyi”—karena semua berjalan sesuai suhu, sesuai waktu, sesuai bukti. Saya mengikuti perkembangan pasarnya lewat laporan dalam laporan industri Mordor Intelligence tentang Indonesia cold chain logistics market, dan satu kesimpulan saya konsisten: […]
- 1
- 2





