Saya tidak pernah bosan mengamati bagaimana cahaya pagi menyapu ruang tamu: pelan, konsisten, menenangkan. Beberapa pedoman teknis membuat saya makin percaya bahwa pencahayaan alami bukan soal estetika belaka, melainkan keputusan strategis—sebagaimana dirangkum dalam dokumen SNI 6197:2020 tentang konservasi energi pada sistem pencahayaan. Dari situ, saya menata kerangka sederhana yang bisa dijalankan pemilik rumah tanpa membongkar […]
Tag Archives: material-tahan-lama
Tren datang dan pergi, tetapi rumah yang tenang selalu dicari. Saya makin yakin setelah membaca ulasan tren interior lokal dalam artikel Arsifista tentang pergeseran gaya dan preferensi desain di Indonesia; ada pola konsisten: material alami, warna teduh, dan koneksi ke alam. Itu sebabnya saya merangkum catatan ini sebagai panduan praktis—supaya setiap keputusan detail (dari palet […]
Saya sering ditanya: “Kalau bicara standar terang ruangan—kapan harus idealis, kapan cukup realistis?” Jujur, kebanyakan proyek rumah butuh panduan yang bisa dipakai tukang dan pemilik rumah tanpa buka-buka standar tebal. Karena itu, saya merangkum cara kami menyederhanakan acuan SNI agar tetap compliant namun mudah dieksekusi—berangkat dari dokumen dalam situs berita IAI Jatim yang memuat SNI […]
Saat berbincang dengan klien dan tim IDE RUANG, saya sering menemukan bahwa “bahagia di rumah” ternyata bukan soal furnitur mahal, melainkan soal cahaya yang terasa pas sejak pagi. Tren Japandi yang lebih matang di 2025 ikut mengingatkan kita akan pentingnya ketenangan visual, sebagaimana diulas dalam situs berita Making a Green Life by Lily tentang evolusi […]
Saya tidak menyukai jargon jika tidak membumi di kehidupan harian. Itulah kenapa saya menulis ini dari sudut pandang penghuni rumah—bukan sekadar tren. Dua tahun terakhir, tim IDE RUANG banyak mengobrol dengan saya soal cara paling sederhana memasukkan unsur alam ke rumah-rumah urban. Diskusi itu klop dengan pengamatan kami dalam situs berita IDE RUANG tentang tren […]






