Kontrak hari ini tidak lagi hidup hanya di folder “Legal”. Ia ikut menentukan cara tim memakai AI, menyimpan data, merespons insiden, sampai mengelola reputasi ketika potongan chat atau screenshot tiba-tiba viral. Perubahan lanskap regulasi juga membuat saya makin disiplin menutup celah sejak awal—terutama setelah membaca pembaruan isu pencemaran nama baik dalam artikel Hukumonline yang mengulas […]
Author Archives: Dhiraj Kelly
Konflik waris sering bermula dari hal yang “kecil”: satu kalimat di grup keluarga, satu transaksi yang tidak dijelaskan, atau satu asumsi yang dibiarkan berbulan-bulan. Saat konflik sudah panas, semua pihak cenderung defensif—padahal yang dibutuhkan justru struktur. Saya mengikuti praktik mediasi di pengadilan agama karena di situ terlihat jelas bagaimana pihak yang awalnya keras bisa berangsur […]
Reputasi bisnis jarang runtuh karena satu kesalahan besar; lebih sering ia bocor pelan dari komentar, potongan screenshot, dan narasi yang “kelihatan meyakinkan” di linimasa. Pergerakan tafsir hukum juga ikut memengaruhi cara kita merespons, terutama ketika isu menyentuh pencemaran nama baik. Salah satu pembaruan yang saya amati datang dari rilis Mahkamah Konstitusi yang membahas penafsiran ulang […]
Saya belajar satu hal dari bertahun-tahun bergerak di properti: pasar jarang berubah karena satu faktor. Ia bergeser karena kombinasi—suku bunga, psikologi pembeli, suplai unit, sampai cara orang menemukan listing. Saya menulis ini setelah membaca pembaruan kebijakan moneter yang dibahas dalam laporan Reuters tentang Bank Indonesia yang menahan suku bunga dan fokus pada stabilitas rupiah. Bagi […]
Saya melihat perubahan perilaku pencarian properti semakin cepat: calon pembeli datang dengan pertanyaan yang lebih tajam, ekspektasi respons lebih singkat, dan toleransi terhadap “jawaban generik” makin tipis. Pembahasan tentang pergeseran ini terasa relevan saat saya membaca dalam artikel McKinsey tentang AI search sebagai “front door” baru internet—bahwa discovery kini bergerak dari sekadar keyword menjadi intent, […]






