Tren datang dan pergi, tapi rumah tetap jadi tempat kita pulang—dengan semua kelelahan, harapan, dan rutinitas kecil yang tidak pernah masuk feed. Saya mengikuti diskusi Japandi karena ia menawarkan jawaban yang terasa relevan: tenang tanpa dingin, minimal tanpa hampa. Gaya ini makin sering dibahas media arus utama, salah satunya dalam artikel The Times tentang Japandi […]
Tag Archives: hospitality-touch
Tren “wellness di rumah” sering terdengar mewah, padahal sebagian besar dampaknya datang dari hal yang sangat sederhana: cahaya, udara, tekstur, dan sedikit hijau yang ditempatkan dengan niat. Saya suka cara isu ini dibahas dalam situs berita Los Angeles Times tentang biophilic design sebagai tren wellness—bukan sebagai gaya, melainkan sebagai kebiasaan yang membuat rumah terasa pulih. […]
Tren datang dan pergi, tetapi rumah yang tenang selalu dicari. Saya makin yakin setelah membaca ulasan tren interior lokal dalam artikel Arsifista tentang pergeseran gaya dan preferensi desain di Indonesia; ada pola konsisten: material alami, warna teduh, dan koneksi ke alam. Itu sebabnya saya merangkum catatan ini sebagai panduan praktis—supaya setiap keputusan detail (dari palet […]
Saya tidak menyukai jargon jika tidak membumi di kehidupan harian. Itulah kenapa saya menulis ini dari sudut pandang penghuni rumah—bukan sekadar tren. Dua tahun terakhir, tim IDE RUANG banyak mengobrol dengan saya soal cara paling sederhana memasukkan unsur alam ke rumah-rumah urban. Diskusi itu klop dengan pengamatan kami dalam situs berita IDE RUANG tentang tren […]
Beberapa tahun terakhir, saya banyak bertemu klien yang ingin rumahnya terasa lebih damai, tanpa harus menghabiskan ratusan juta untuk renovasi besar. Tren desain pun mulai bergeser: bukan sekadar gaya visual, tapi keseimbangan antara fungsi, kehangatan, dan kesejahteraan batin. Seperti yang dikatakan dalam situs berita Mansion Global tentang desain Japandi yang memadukan kenyamanan dan modernitas, kunci […]
- 1
- 2






